rizqi dan pekerjaan

GoBlog Theme v.2.0 250x250RIZQI & PEKERJAAN

Siapa yang memberi rizqi? Mungkin pernah terlintas dalam pikiran kita, mungkin juga tidak, karena ini pertanyaan yang sederhana.

Sadarkah Kita untuk merubah nasib caranya sederhana jadilah orang yang bertaqwa. Kadang Kita lupa pada janji tuhan,”Barang siapa yang bertaqwa pada Allah, maka Allah akan menjadikannya jalan keluar dari kesulitan Dan diberikan rizqi yang tidak disangka-sangka.

Tuhan mengingatkan kita melalui seretnya rizqi bahwa kita ini banyak dosa.

Lalu mengapa kita tidak berdoa.

Kita sering mempersulit diri, terlalu luasnya kajian dan terlau umumnya kajian yang diberikan membuat kita sulit menyentuh solusi ke dasar permasalahan.

Kembali ke bahasan rejeki tadi, beruntungnya seseorang adalah orang yang rejekinya ada di tanah kelahirannya, jadi tidak usah menjadi TKI, pepatah lama mengatakan hujan emas di negeri orang, masih enak hujan batu di negeri sendiri. Kalau pepatah ini Saya kurang memahami artinya, karena terbatasnya ilmu yang saya pelajari. Saya tidak memiliki kearifan untuk memaknai pepatah tersebut.

Larinya umat dari ulama, maka Allah memberi 3 cobaan :

  1. Dicabutnya barokah dari rizqi (sulitnya ekonomi)
  2. Pimpinan dholim
  3. Mati tanpa iman

22 Maret 2007

Bekerja, Tujuannya adalah mencari uang.

Yang pokok adalah kemampuan menghasilkan uang, lalu jika menjadi karyawan adalah langkah awal.

Kalau kita ingin beli motor baru yang seharga Rp.12.500.000 pertanyaannya adalah bagaimana caranya mendapat uang senilai Rp.12.500.000 ?

Kemampuan menonjol yang aku miliki adalah bicara, bagaimana membuat bicara ini menghasilkan uang?

Siapa yang bersedia mendengarkan bicara ku ?

Apa yang dibayar Dari bicara ku ?

Tentu saja tentang menghasilkan / mencapai Kualitas hidup (Menjual )

Apa itu kualitas hidup yang lebih baik :

  1. Hidup sesuai Dengan Kebenaran, yaitu hidup yang di dalamnya ada kejujuran, aDil dan seimbang. Mampu menyelaraskan diri dengan manusia, alam, dan sang Maha Hidup selamanya.
  2. Nama baik, apa artinya hidup tanpa memiliki sebutan baik, hidup dalam olok-olokan orang lain. Nama baik aDalah modal kita yang pertama untuk mencapai cita-cita kita.
  3. Menyampaikan Kebaikan, kepada siapapun dan apapun yang kita sentuh. Selalu memberikan nilai tambah menuju kebaikan dengan cara-cara yang indah.
  4. Berilmu. Sebagai tanda Kita adalah orang yang cerdas, cerdas memiliki dua arti : Yang pertama kita dianugerahi kecerdasan yang lebih dari orang lain. Yang keDua adalah kesediaan kita untuk terus belajar, karena kita adalah seorang bintang . yang terus menyesuaikan dan beradaptasi dengan perubahan. Berilmu adalah syarat minimal menuju cita-cita.

Bukankah sudah sangat sering kita mendengar perdebatan antara orang berilmu dengan formal dengan yang menempuh jalur informal. Apapun yang kita pelajari formal & tidak formal mari kita jadikan sebagai bahan dasar yang akan melantingkan kita mencapai ketinggian-ketinggian yang telah dijanjikan Tuhan.

ILYAS AFSOH | 088 1296 3105 | 024 700 450 78 | BLOGGER KAMPUNG

Advertisements

3 thoughts on “rizqi dan pekerjaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s