Tiada Tempat Bergantung

tiada tempat bergantung, itulah kenyataan yang aku hadapi. sebuah pernyataan yang cukup klise yang sering kita dengar saat orang-orang terkena masalah atau setengah putus asa dalam hidup yang sementara.  Dalam ketidakbergantungan ini , nasehat yang aku suka adalah : Semua Pasti Berlalu, bahwa dalam hidup ini tidak ada yang final. Semua nya sementara, termasuk masalahku ini.

.
istilah penggambaran Oleh Kanjeng Sunan Kalijogo, bahwa hidup hanya mampir minum, sebuah metafora tentang kefanaan dari hidup. Betapa sangat temporernya dunia ini, temporer seperti kejadian manakala pagi ini aku melihat bocah-bocah SD ISLAMADINA berlarian dengan memakai kaos olahraga lewat di samping rumahku,
” dulu aku pernah jadi anak-anak dan sekarang aku akan punya anak. “

.
>

Hidup yang sementara dan tidak ada tempat bergantung, hingga pagi ini pula aku bertanya pada hatiku : Dan aku diberi jawaban lama :
Tiada tempat bergantung kecuali hanya TuhanMU
Hanya Kepadanya kita berserah, serah dan menyerah


Advertisements

4 thoughts on “Tiada Tempat Bergantung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s