Duhai Biduan Pujaan Hatiku

duhai biduan pujaan hatiku, suaramu merdu menerobos relung hati gundahku, hati galauku melihat minimnya penutup auratmu,
Duhai biduan saudari seimanku, gelisah hatiku melihatmu bergoyang mesra bersama penontonmu, penontonmu yang meminta lagu dangdut “Pertemuan”, merasakan aura ruang pertemuan yang ramai oleh derai tawa lupa diri, mabuk dalam suasana senang kegembiraan yang melalaikan, lalai pada anak istri, lalai pada kewajiban bahwa malam itu : waktunya sholat isya`, dan lalai akan datangnya maut yang akan menjemput dengan mengagetkan.

Astagfirullah, !!!!!!!!!!!!!

Duhai biduan pujaan hati yang mencari bahagia,
Sungguh aku tak mengenalmu, karena wajahmu terbalut bedak hiasan, lipstik pesona, tarian – goyang – ekspresi yang semua mengerti bahwa kita yang ada dalam ruang ramah tamah itu bukan satu muhrim, dan dengan tenangnya kau jual auratmu, kau jual bagian mahkota indahmu yang harusnya kau persembahkan untuk pasangan hidup dan anak-anakmu sebagai persembahan tercantik untuk yang terindah dalam kefanaan dunia.

Allohumma sholli ala sholi ala Muhammad

Duhai biduan pujaan Hati yang mencari damai diantara hiruk pikuk tepukan dan sanjungan penggemarmu, betapa rindu hatiku menuntunmu dalam dakwah tersamar dan halus untuk mengantarmu pada jalan lurus yang telah disediakan oleh Pencipta Nyawa-nyawa, jalan keindahan dalam kepercayaan iman danketeguhan hati mempersiapkan diri meraih sorga besok pagi.

Lahaula wala quwwata illa billah

Duhai biduan pelantun tembang kebahagiaan, maukah kau berbagi padaku dan bercerita dalam kesejukan suasana sebagai sahabat yang saling mengingatkan, dan kau jawab dengan semangat kesadaran hidayah ; APAKAH TUJUAN HIDUP KITA DI BAWAH LANGIT BIRU INI ? .
Dan sebagai sahabatmu aku ingin mengisahkan sebuah keindahan dunia bahwa semua bintang-bintang langit, matahari, rembulan, dan semua makhluk bertasbih mensucikan Tuhan yang satu Allah SWT.

duhaii biduan sang penghibur lara, maukah kau ceritakan pada anak-anak yang kau banggakan betapa tuhan sangat penyayang, Tuhanbegitu welaS ASIH sehingga Anakmu lahir dengan selamat di dunia untuk melanjutkan estafet dzikir menggemakan dunia melalui kekaguman akan kebesaran Nya.

duhai Pujaan manusia yang mencari tawa ,
Aku membelamu, aku berpihak padamu.
ingatkanlah aku, jika aku berbuat salah dan terjerembab dalam dosa, dengan menyampaikan pesan para salafus sholih :
INNI AKHOFULLOH : SESUNGGUHNYA AKU TAKUT PADA ALLAH !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Advertisements

7 thoughts on “Duhai Biduan Pujaan Hatiku

  1. choirunnangim

    assalamu’alaikum…?
    Wah sangat hebat, menggugah asa…
    layaknya berada dalam situasi yang sedang diceriterakan…

    Yah begitulah, kita wajib mencari pekerjaan yang baik bukann?
    untuk sang biduan moga lekas sadar…

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s