Sayang diri Sendiri

Ketika seseorang melakukan maksiat (dosa) artinya seseorang tidak menyayangi dirinya sendiri, Artinya dia menyengaja dirinya untuk masuk neraka. Bukankah ketika di Neraka yang didapatkan adalah siksa? Semoga kita diberi kekuatan untuk terus melakukan ketaatan dan menjauhi semua larangan.

Kadar keimanan seseorang memang naik dan turun. Saya ingat sebuah kaidah yang menyebutkan betapa “indah” perkara seorang mukmin, ketika mendapat nikmat – dia bersyukur. Ketika ditimpa musibah – dia bersabar. Dan, ada juga kaidah di Manaqib syeich Abdul Qadir Jaelani yang menyebutkan : Orang miskin yang bersabar lebih utama daripada orang kaya yang  bersyukur, Orang miskin yang sabar dan bersyukur lebih utama dari kedua-duanya.

“Sungguh beruntung orang yang beriman yang khusu` di dalam sholatnya dan dari hal-hal yang tidak berguna (mereka) meninggalkannya,”.

Dan dirikanlah sholat untuk mengingatku. | Barangsiapa mendirikan sholat maka dia menegakkan agama | Perbedaan antara orang beriman dan orang kafir adalah sholatnya.|

Semoga Allah senantiasa memberikan hidayahnya kepada kita semua sehingga kita mampu sholat dengan khusu`. Sebelum membahas sholat khusu` ada syarat dan rukun sholat yang perlu dan wajib kita ketahui. Seorang Ulama di tanah Jawa telah menuliskan tuntunan sederhana berupa Kitab Sullam Safinah. Kitab yang sangat powerfull membahas tata cara ibadah kepada ALLAH SWT.

Kitab Sullam ibarat tangga untuk menaiki Safinah (kapal) yang akan kita gunakan untuk mengarungi kehidupan. Kitab Sullam berisi panduan praktis berupa Akidah, dan tata cara membersihkan hatiMembersihkan diri dari maksiat-maksiat anggota tubuh yang apabila kita bermaksiat maka perbuatan dosa itu akan menuntun kita kepada Neraka Allah.

Kitab Safinah ibarat Kapal yang kita naiki, kapal beserta haluan, tata cara menegemudikan kapal dan peta sukses menjalani hidup dalam ridho ALLAH SWT. Memberikan petunjuk dari bagaimana sholat, puasa, Zakat sampai hajji. Kitab kecil yang Ringkas dan penuh berkah.

Sungguh beruntung siapa-siapa yang belajar dua kitab kecil ini, bahkan terjemahan dalam bahasa Indonesia sangat banyak. harganya tidak sampai Rp 10.000,- Ayo para sahabat kita belajar kembali, kita Ngaji, mari kita ke Rumah Ustadz / Kiyai untuk belajar kitab terbaik sepanjang zaman ini.

Hanya karena bentuknya yang simpel dan praktis, diajarkan di desa-desa atau karena ini pelajaran masa kecil kita, janganlah dijadikan alasan bahwa ini kitab biasa. Ini adalah kitab Super yang bagi para sahabat yang hidup di zaman ini dapat dijadikan pedoman sehingga kita meraih Bahagia dunia dan Akherat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s